Wakil Gubernur Maluku Buka Forum OPD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku menggelar Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku dengan tema “Optimalisasi Merdeka Belajar Melalui Peningkatan Mutu, Relevansi dan Daya Saing Pendidikan dan Budaya agar Terjamin Kesejahteraan yang Berdaulat Dalam Gugus Pulau” yang diselenggarakan di Golden Palace Hotel, Rabu (19/2/2020). Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Husein menjelaskan kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk merumuskan jenjang layanan pendidikan dan sistem tata kelola yang diperlukan untuk menghasilkan layanan pendidikan yang prima serta tersedianya layanan pendidikan yang bermutu, setara dan berkeadilan di desa dan kota di Provinsi Maluku “Meningkatkan sistem sinkronisasi data masalah pendidikan antara pusat dan daerah serta meningkatkan kerja sama antar seluruh komponen dalam hal mutu Pendidikan,”Jelasnya. Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno dalam sambutannya mengatakan Kegiatan forum organisasi perangkat daerah bidang pendidikan dan kebudayaan provinsi Maluku tahun 2020, sebelum menyusun perencanaan pembangunan terlebih dahulu harus memahami mekanisme dan prosedur harus disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Sehingga dapat menghasilkan perencanaan pembangunan yang efektif efisien dan proporsional. “Forum OPD bidang pendidikan dan kebudayaan tahun ini dilandasi oleh spirit implementasi undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah dan peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2016 tentang perangkat daerah serta peraturan Menteri pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 7 tahun 2016 tentang pedoman organisasi perangkat daerah bidang pendidikan kebudayaan sehingga pembagian urusan pemerintahan konkuren bidang pendidikan dalam urusan manajemen pendidikan mengalami perubahan kewenangan di mana pengelolaan pendidikan menengah dan pendidikan khusus menjadi kewenangan daerah provinsi urusan pendidikan dasar dan pendidikan anak usia dini menjadi kewenangan daerah kabupaten kota.”Kata Orno. Orno menjelaskan berkaitan dengan hal itu, kita mesti bersyukur bahwa pada tahun 2019...

TIDAK MUDAH MEMAJUKAN PENDIDIKAN DI MALUKU

Tidak Mudah memajukan Pendidikan Di Maluku Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno mengajak semua pihak terutama para guru untuk bekerjasama dan terus berjuang menghadirkan Pendidikan berkualitas di maluku. Di sisi lain,Wagub mengakui tidak mudah memajukan pendidikan di Maluku. Hal tersebut disampaikan Orno ketika membuka Rapat Koordinasi (RAKOR) Kepala SMA/SMK Se- Propinsi Maluku Tahun 2019 di Baileo Siwalima,Selasa (25/6). Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Maluku, Saleh Thio. Hadir pula Pejabat Eselon III dan IV lingkup dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Maluku. Kepala Cabang Dinas Pendidikan se-provinsi Maluku,Kepala Sekolah SMA dan SMK se-provinsi Maluku. Menurut Wagub,tantangan Pendidikan yang semakin kompleks saat ini sebagai akibat kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sehingga membutuhkan keseriusan, keuletan, semangat dan motivasi yang kuat dari seluruh stakeholder Pendidikan di maluku bagi kemajuan Pendidikan di daerah ini. Kata-kata motivasi Ia lantas mengutip kata-kata motivasi dari tokoh dunia Nelson Mandela, Pendidikan merupakan hal terpenting dalam kehidupan sebab Pendidikan selalu akan di gunakan dalam menjalani kehidupan,bahkan di ibaratkan Pendidikan adalah senjata yang paling ampuh untuk mengubah dunia. Memaknai semangat tersebut Gubernur dan Wakil Gubernur dalam Visi dan Misi. Menempatkan Pendidikan dan kesehatan sebagai fokus utama dalam membangun Maluku kedepan. Dan Misi yang kedua adalah meningkatkan kualitas Pendidikan dan kesehatan murah dan terjangkau. Untuk itu tidak dipungkiri bahwa dalam memajukan dunia Pendidikan di Maluku yang memiliki Karakteristik kepulauan tidak terlepas dari tantangan -tantangan. Tantangan tersebut di antaranya masih banyak kekurangan PNS guru di semua jenjang Pendidikan. Banyak sekolah di desa-desa terpencil memiliki guru PNS yang terbatas. Masih banyak sekolah yang belum memiliki Perpustakaan sekolah, Laboratorium, ruang praktek siswa, media pembelajaran serta buku penunjang di perpustakaan sekolah. Rakor...

RIBUAN GEMPA SUSULAN GUNCANG MALUKU DALAM 11 HARI

Ribuan Gempa Susulan Guncang Maluku dalam 11 Hari Ribuan Gempa susulan masih terjadi di Maluku pascagempa magnitudo 6,5 yang terjadi pada 26 September 2019. Berikut Catatan BMKG sampai dengan Senin (7/10) pagi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi 1.149 kali gempa susulan dan 122 di antaranya dirasakan oleh warga. Pada Senin (7/10), pukul 02.15 WIB, gempa M 3,4 dengan kedalaman 10 km masih terjadi dan dirasakan warga. Pusat gempa tersebut berada di laut sekitar 24 km timur laut Ambon. Namun demikian dilihat dari rangkaian gempa susulan, frekuensi cenderung turun. Sementara itu, korban meninggal dunia berjumlah 37 jiwa,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo dalam keterangannya. Sementara itu, jumlah kerusakan rumah mencapai 6.344 unit dengan tingkat kerusakan berbeda. Wilayah Kabupaten Malteng, rumah rusak berat (RB) 724 unit, SBB 298 dan Ambon 251. Sementara itu rumah rusak sedang (RS) di wilayah Kabupaten Malteng mencapai 1.104 unit, SBB 469 dan Ambon 253, sedangkan rusak ringan (RR) di wilayah Malteng 2.238, Ambon 654 dan SBB 353. “Kebutuhan personel kesehatan masih sangat dibutuhkan, seperti dokter umum, bidan dan perawat, apoteker dan tenaga psikososial, Penanganan darurat di sektor kesehatan, kata dia, tidak hanya memberikan pelayanan medis tetapi juga memastikan gizi terpenuhi pada kelompok rentan, kesehatan reproduksi, distribusi obat dan pencegahan serta pengendalian penyakit. “BNPB masih terus memberikan pendampingan kepada pemerintah daerah setempat dan memastikan pelayanan kepada warga terdampak dilakukan dengan baik,” kata Agus menambahkan Sebelumnya, Kepala BPBD Provinsi Maluku, Farida Salampessy menyatakan beredarnya kabar bohong atau hoaks soal akan terjadi gempa susulan lebih besar disertai tsunami membuat jumlah warga yang mengungsi terus bertambah. Dari data pun jumlah pengungsi di terus...

GUBERNUR MALUKU PIMPIN UPACARA HARI GURU NASIONAL 2019

GUBERNUR MALUKU PIMPIN UPACARA HARI GURU NASIONAL 2019 YANG BERPUSAT DI KABUPATEN BURU PROVINSI MALUKU Gubernur Maluku Murad Ismail memimpin upacara Hari Guru Nasional 2019 sekaligus HUT ke-74 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang dipusatkan di Kota Namlea Kabupaten Buru, Senin (2/12/2019). Upacara dihadiri ribuan guru di kabupaten Buru dan perwakilan dari Pemprov Maluku. Upacara ini dipusatkan di Alun-alun Bupolo, Kota Namlea, Kabupaten Buru. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dalam sambutannya yang dibacakan Gubernur mengatakan, tugas guru adalah yang termulia sekaligus yang tersulit. Sebab guru ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, namun lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan. “Guru juga tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagamaan sebagai prinsip dasar birokrasi. Guru juga ingin setiap murid terinspirasi, tetapi tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi. Saya tidak akan buat janji-janji kosong kepada Anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia,” tandasnya. Dikatkan, guru ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu guru habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas. “Guru tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan. Guru ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan,” katanya. Upacara tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Maluku, Lucky Watimury. Wakil Ketua DPRD Maluku,Azis Sangkala. Anggota DPRD Maluku dapil Pulau Buru, Aziz Hentihu. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Saleh Thio. Wakil Bupati Amos Besan. Turut hadir pula, Bunda PAUD Maluku, Ny Widya Murad Ismail dan...

FINAL LOMBA PADUAN SUARA ANTAR SMA/SMK/MA SE-MALUKU

FINAL LOMBA PADUAN SUARA ANTAR SMA/SMK/MA SE-MALUKU baru saja dilaksanakan pada 21 Agustus 2019 di Taman Budaya, Karang Panjang, Ambon. Taman Budaya Provinsi Maluku sebagai representasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Maluku telah mengagas dan berjuang di Jakarta (baca : instansi terkait di pusat) agar kegiatan ini dapat terlaksana. Bahkan sampai mendapatkan alokasi dana pembinaan untuk para finalis lomba yang besarannya itu menurut tingkatan hasil perolehan juara. Jumlah total alokasi dana yang diberikan lebih dari 100 juta, kata Drs. Semy Toisuta, Kepala Taman Budaya Provinsi Maluku. Kegiatan FINAL LOMBA PADUAN SUARA ANTAR SMA/SMK/MA SE-MALUKU diawali dengan pembacaan laporan oleh Sdr. Meynard R. N. Alfons sebagai salah satu panitia penyelenggara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Drs.M. Saleh Thio dan kemudian kegiatan lomba ini dibuka dengan pemukulan tifa.               Pada FINAL LOMBA PADUAN SUARA ANTAR SMA/SMK/MA SE-MALUKU yang pertama kali dilakukan tahun ini diikuti 9 peserta yang terdiri atas; 7 sekolah dari Kabupaten Kota Ambon     1 sekolah dari Kabupaten Maluku Tengah                                 1 sekolah dari Kabupaten Seram Bagian Barat                                   Dalam arahannya, Kepala Taman Budaya Drs. Semy Toisuta, mengatakan kepada semua guru pembina paduan suara peserta final yang tampil agar dapat menjaga marwah dari kegiatan lomba paduan suara ini supaya kesinambungannya itu bisa tetap terpelihara dan pembinaan di sekolah tetap bisa berjalan dengan baik. Katanya, Kepala Dinas berterima kasih kepada semua kepala sekolah yang anak muridnya sudah berkompetisi dalam...

HUT PROVINSI MALUKU YANG KE 74

HUT Provinsi Maluku yang Ke 74 Provinsi Maluku merayakan HUT yang ke-74 yang dilaksanakan di Lapangan Merdeka Ambon pada hari senin, 19 Agustus 2019. Inspektur dari Upacara ini adalah Gubernur Maluku Irjen. Pol. (Purn). Drs. Murad Ismail. Upacara merayakan HUT Provinsi Maluku dihadiri oleh semua ASN lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, Anggota POLRI, Kejaksaan, serta siswa-siswi SMA yang terpilih. Peserta yang mengikuti upacara HUT Provinsi Maluku memakai pakaian cele/baju kurung disertai juga pasangan yang menggunakan pakaian daerah. Gubernur Maluku Murad Ismail mengatakan bahwa ini yang pertama kalinya memimpin peringatan HUT Provinsi Maluku bersama Wagub Barnabas Orno. Beliau menilai perayaan ke-74 ini memiliki nilai sejarah karena momentumnya seiring dengan peringatan HUT Republik Indonesia yang ke-74. Maluku tercatat sebagai salah satu dari delapan provinsi kemerdekaan. Delapan provinsi tersebut yaitu : Provinsi Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sunda Kecil, Maluku, Sulawesi, dan Provinsi Kalimantan, yang dimana Gubernur Provinsi Maluku yang pertama (Mr. J. Latuharhary). Gubernur Maluku mengingatkan agar semua komponen bangsa Indonesia terlebih khusus di Maluku menghargai jasa para pahlawan dan meneladani kinerja yang tanpa pamrih demi kemerdekaan. Maluku membutuhkan SDM yang profesional, Jujur dan bersih dalam melaksanakan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan sosial. Gubernur Maluku juga mengingatkan semua pihak harus siap menyambut pengembangan dan pembangunan Blok Masela yang merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga pembangunannya dengan dikelola dengan baik, Maluku memiliki kekayaan yang sangat banyak untuk itu kita harus menjaga, memelihara serta memanfaatkannya dengan baik. Potensi kelautan dan perikanan serta Sumber Daya Alam Lainnya. Pengelolaan blok migas pengopersiannya akan memberikan manfaat ganda bagi masyarakat Maluku mengentaskan kemisikinan dan pengangguran sehingga SDM disiapkan sejak dini. Gubernur Maluku Murad Ismail merilis pakaian...