MASIH BANYAK PERSOALAN GURU DI MALUKU YANG HARUS DIBENAHI

MASIH BANYAK PERSOALAN GURU DI MALUKU YANG HARUS DIBENAHI Kini masih banyak ditemukan persoalan guru di Maluku yang membutuhkan perhatian dan penanganan serius pemerintah khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Hari ini di Indonesia merayakan hari guru, namun sebenarnya masih banyak pekerjaan rumah di dunia pendidikan yang harus dituntaskan pemerintah seperti persoalan kompetensi guru. Setiap kebijakan pemerintah pusat terkait para guru ini akan berubah ketika terjadi pergantian kepemimpinan di tubuh Kemendikbud. Yang perlu dilakukan pemerintah sekarang adalah mengidentifikasi seluruh problematika yang dialami oleh para guru. Kemudian dicarikan solusi baik yang berkaitan dengan masalah kompetensi, sertifikasi, maupun hak dan kewajiban para guru. “Di hari ulang tahun guru ini, seluruh masalah itu harus bisa diperhatikan oleh pemerintah pusat dan perlu diingat oleh kementerian adalah kondisi geografis daerah di negara ini berbeda-beda satu dengan yang lain”. Sebab ada sebagian wilayah di Indonesia ini yang dengan kemajuan teknologi semuanya bisa dilakukan. Tetapi belum tentu dalam era modernisasi ini, seluruh wilayah bisa merasakan kemajuan teknologi yang sama. Masalah Listrik Dalam konteks di wilayah Maluku, masalah kelistrikan saja masih dianggap sebagai persoalan tersendiri yang belum mampu diselesaikan. Apalagi ditambah dengan persoalan jaringan internet yang tidak bisa menjangkau daerah pelosok, perbatasan, atau terluar. Akibatnya tidak semua sekolah di provinsi Maluku yang dapat menjalankan ujian berbasis komputer untuk para murid. Dan kondisi ini juga tidak berbeda jauh dengan ketersediaan tenaga guru. “Saya berharap Kemendikbud di bawah kepemimpinan Nadiem Makarim sebagai Menteri dengan semangat milenial, bisa membawa semacam revolusi di bidang pendidikan. Terutama terkait dengan masalah guru dan...

TIDAK MUDAH MEMAJUKAN PENDIDIKAN DI MALUKU

Tidak Mudah memajukan Pendidikan Di Maluku Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno mengajak semua pihak terutama para guru untuk bekerjasama dan terus berjuang menghadirkan Pendidikan berkualitas di maluku. Di sisi lain,Wagub mengakui tidak mudah memajukan pendidikan di Maluku. Hal tersebut disampaikan Orno ketika membuka Rapat Koordinasi (RAKOR) Kepala SMA/SMK Se- Propinsi Maluku Tahun 2019 di Baileo Siwalima,Selasa (25/6). Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Maluku, Saleh Thio. Hadir pula Pejabat Eselon III dan IV lingkup dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Maluku. Kepala Cabang Dinas Pendidikan se-provinsi Maluku,Kepala Sekolah SMA dan SMK se-provinsi Maluku. Menurut Wagub,tantangan Pendidikan yang semakin kompleks saat ini sebagai akibat kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sehingga membutuhkan keseriusan, keuletan, semangat dan motivasi yang kuat dari seluruh stakeholder Pendidikan di maluku bagi kemajuan Pendidikan di daerah ini. Kata-kata motivasi Ia lantas mengutip kata-kata motivasi dari tokoh dunia Nelson Mandela, Pendidikan merupakan hal terpenting dalam kehidupan sebab Pendidikan selalu akan di gunakan dalam menjalani kehidupan,bahkan di ibaratkan Pendidikan adalah senjata yang paling ampuh untuk mengubah dunia. Memaknai semangat tersebut Gubernur dan Wakil Gubernur dalam Visi dan Misi. Menempatkan Pendidikan dan kesehatan sebagai fokus utama dalam membangun Maluku kedepan. Dan Misi yang kedua adalah meningkatkan kualitas Pendidikan dan kesehatan murah dan terjangkau. Untuk itu tidak dipungkiri bahwa dalam memajukan dunia Pendidikan di Maluku yang memiliki Karakteristik kepulauan tidak terlepas dari tantangan -tantangan. Tantangan tersebut di antaranya masih banyak kekurangan PNS guru di semua jenjang Pendidikan. Banyak sekolah di desa-desa terpencil memiliki guru PNS yang terbatas. Masih banyak sekolah yang belum memiliki Perpustakaan sekolah, Laboratorium, ruang praktek siswa, media pembelajaran serta buku penunjang di perpustakaan sekolah. Rakor...

GEMPA BUMI MENGHANCURKAN FASILITAS PENDIDIKAN DI MALUKU

Gempa Bumi Menghancurkan Fasilitas Pendidikan Di Maluku Gempa bumi menghancurkan sejumlah fasilitas pendidikan akibat gempa magnitudo berkuatan 6,8 Skala Ritcher yang mengguncang Pulau Ambon dan sekitarnya, terus bertambah. Dalam catatan Posko Satuan Tugas Penanggulangan Darurat Bencana Maluku hingga Selasa (8/10/2019). Ada sebanyak 172 gedung sekolah dan bangunan kampus yang mengalami kerusakan. “Total sekolah dan kampus yang rusak akibat gempa berjumlah 172 bangunan.” kata Humas Satgas Penanggulangan Darurat Bencana Gempa Maluku Frona Koedoeboen. Banyak Sekolah dan Kampus yang rusak Frona merinci, sekolah dan kampus yang rusak itu tersebar di Kota Ambon. Dengan rincian 9 gedung sekolah rusak ringan, 28 rusak sedang dan 8 rusak parah. Selain itu, sebanyak 19 gedung di kampus Universitas Pattimura juga rusak. Kemudian, 1 bangunan di Universitas Darusalam dan 5 bangunan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, rusak akibat gempa. “Total keruskaan fasilitas pendidikan di Ambon berjumlah 70 bangunan sekolah dan gedung kampus yang rusak,” kata Frona. Sementara itu, di Kabupaten Maluku Tengah, gempa merusak sebanyak 52 bangunan sekolah. Dengan rincian rusak ringan sebanyak 8 sekolah, rusak sedang 39 sekolah dan rusak parah sebanyak 5 sekolah. Sedangkan, untuk Kabupaten Seram Bagian Barat, total sekolah yang rusak sebanyak 47 sekolah. Dengan rincian rusak ringan sebanyak 7 sekolah, rusak sedang 22 sekolah dan rusak parah sebanyak 18 sekolah. Sebelumnya diberitakan, gempa magnitudo 6,8 mengguncang Pulau Ambon dan Kabupaten Seram Bagian Barat pada Kamis (26/9/2019). Akibat gempa tersebut tercatat 38 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka. Selain korban jiwa, gempa tersebut juga mengakibatkan kerusakan rumah-rumah warga, sekolah, rumah ibadah, perkantoran dan fasilitas publik...

RIBUAN GEMPA SUSULAN GUNCANG MALUKU DALAM 11 HARI

Ribuan Gempa Susulan Guncang Maluku dalam 11 Hari Ribuan Gempa susulan masih terjadi di Maluku pascagempa magnitudo 6,5 yang terjadi pada 26 September 2019. Berikut Catatan BMKG sampai dengan Senin (7/10) pagi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi 1.149 kali gempa susulan dan 122 di antaranya dirasakan oleh warga. Pada Senin (7/10), pukul 02.15 WIB, gempa M 3,4 dengan kedalaman 10 km masih terjadi dan dirasakan warga. Pusat gempa tersebut berada di laut sekitar 24 km timur laut Ambon. Namun demikian dilihat dari rangkaian gempa susulan, frekuensi cenderung turun. Sementara itu, korban meninggal dunia berjumlah 37 jiwa,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo dalam keterangannya. Sementara itu, jumlah kerusakan rumah mencapai 6.344 unit dengan tingkat kerusakan berbeda. Wilayah Kabupaten Malteng, rumah rusak berat (RB) 724 unit, SBB 298 dan Ambon 251. Sementara itu rumah rusak sedang (RS) di wilayah Kabupaten Malteng mencapai 1.104 unit, SBB 469 dan Ambon 253, sedangkan rusak ringan (RR) di wilayah Malteng 2.238, Ambon 654 dan SBB 353. “Kebutuhan personel kesehatan masih sangat dibutuhkan, seperti dokter umum, bidan dan perawat, apoteker dan tenaga psikososial, Penanganan darurat di sektor kesehatan, kata dia, tidak hanya memberikan pelayanan medis tetapi juga memastikan gizi terpenuhi pada kelompok rentan, kesehatan reproduksi, distribusi obat dan pencegahan serta pengendalian penyakit. “BNPB masih terus memberikan pendampingan kepada pemerintah daerah setempat dan memastikan pelayanan kepada warga terdampak dilakukan dengan baik,” kata Agus menambahkan Sebelumnya, Kepala BPBD Provinsi Maluku, Farida Salampessy menyatakan beredarnya kabar bohong atau hoaks soal akan terjadi gempa susulan lebih besar disertai tsunami membuat jumlah warga yang mengungsi terus bertambah. Dari data pun jumlah pengungsi di terus...

GUBERNUR MALUKU PIMPIN UPACARA HARI GURU NASIONAL 2019

GUBERNUR MALUKU PIMPIN UPACARA HARI GURU NASIONAL 2019 YANG BERPUSAT DI KABUPATEN BURU PROVINSI MALUKU Gubernur Maluku Murad Ismail memimpin upacara Hari Guru Nasional 2019 sekaligus HUT ke-74 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang dipusatkan di Kota Namlea Kabupaten Buru, Senin (2/12/2019). Upacara dihadiri ribuan guru di kabupaten Buru dan perwakilan dari Pemprov Maluku. Upacara ini dipusatkan di Alun-alun Bupolo, Kota Namlea, Kabupaten Buru. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dalam sambutannya yang dibacakan Gubernur mengatakan, tugas guru adalah yang termulia sekaligus yang tersulit. Sebab guru ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, namun lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan. “Guru juga tahu bahwa setiap anak memiliki kebutuhan berbeda, tetapi keseragaman telah mengalahkan keberagamaan sebagai prinsip dasar birokrasi. Guru juga ingin setiap murid terinspirasi, tetapi tidak diberi kepercayaan untuk berinovasi. Saya tidak akan buat janji-janji kosong kepada Anda. Perubahan adalah hal yang sulit dan penuh dengan ketidaknyamanan. Satu hal yang pasti, saya akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia,” tandasnya. Dikatkan, guru ingin membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas, tetapi waktu guru habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas. “Guru tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan. Guru ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan,” katanya. Upacara tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Maluku, Lucky Watimury. Wakil Ketua DPRD Maluku,Azis Sangkala. Anggota DPRD Maluku dapil Pulau Buru, Aziz Hentihu. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Saleh Thio. Wakil Bupati Amos Besan. Turut hadir pula, Bunda PAUD Maluku, Ny Widya Murad Ismail dan...